Sebatas hanya yang tak semestinya
Sebatas hanya yang tak semestinya ku harapkan.
Sebatas hanya yang tak semestinya ku inginkan.
Hanya hitungan waktu, kuhitung mundur disaat pertama kali kita berjumpa.
Tak ada sesal, bahkan aku bersyukur Tuhan mendatangkanmu padaku.
Beradaptasi dengan diriku, beradaptasi dengan duniaku.
Bermetamorfosis dalam ruang semu dan waktu yang terus berjalan.
Aku tak tahu, jalan apa yang Tuhan beri.
Mengibaratkan kamu sebagai senja, indah di kala matahari terbenam.
Kamu bagian dari bahagiaku, kamu bagian lengkung senyumku.
Doa yang ku pinta padaNya, semoga kau selalu baik baik saja.
Tanpa pernah ku tahu keadaanmu sesungguhnya.
Bagiku ini baik, luarbiasa, dan sederhana.
Baik untuk sementara waktu, memulihkan perasaanku yang layu.
Luarbiasa, sang legenda penuh misteri, akhirnya ku bisa menaklukan sikap dinginmu.
Sederhana, bahagiaku ada padamu.
Hitungan waktu; detik, menit, jam, hari, bulan, dan tahun.
Ku harap kita selalu baik baik saja seperti ini.
Kenanglah, bila pada akhirnya kita diberhentikan oleh waktu.
Ingatlah, bila takdir tak inginkan kita baik baik saja.
Hai manusia penuh misteri, waktu bergerak maju.
Tak selalu yang terjadi seperti yang semestinya.
Maka bersiaplah.
Meski aku terbiasa rindu,
merindu sesuatu yang kau ucap.
Namun, aku dan kamu sebatas 'hanya'.
'Hanya' yang tak tau akhirnya.
'Hanya' yang mungkin tak seindah harapan.
Dan kau,
Sebatas hanya yang tak perlu kujelaskan.
Sebatas hanya yang tak semestinya ku inginkan.
Hanya hitungan waktu, kuhitung mundur disaat pertama kali kita berjumpa.
Tak ada sesal, bahkan aku bersyukur Tuhan mendatangkanmu padaku.
Beradaptasi dengan diriku, beradaptasi dengan duniaku.
Bermetamorfosis dalam ruang semu dan waktu yang terus berjalan.
Aku tak tahu, jalan apa yang Tuhan beri.
Mengibaratkan kamu sebagai senja, indah di kala matahari terbenam.
Kamu bagian dari bahagiaku, kamu bagian lengkung senyumku.
Doa yang ku pinta padaNya, semoga kau selalu baik baik saja.
Tanpa pernah ku tahu keadaanmu sesungguhnya.
Bagiku ini baik, luarbiasa, dan sederhana.
Baik untuk sementara waktu, memulihkan perasaanku yang layu.
Luarbiasa, sang legenda penuh misteri, akhirnya ku bisa menaklukan sikap dinginmu.
Sederhana, bahagiaku ada padamu.
Hitungan waktu; detik, menit, jam, hari, bulan, dan tahun.
Ku harap kita selalu baik baik saja seperti ini.
Kenanglah, bila pada akhirnya kita diberhentikan oleh waktu.
Ingatlah, bila takdir tak inginkan kita baik baik saja.
Hai manusia penuh misteri, waktu bergerak maju.
Tak selalu yang terjadi seperti yang semestinya.
Maka bersiaplah.
Meski aku terbiasa rindu,
merindu sesuatu yang kau ucap.
Namun, aku dan kamu sebatas 'hanya'.
'Hanya' yang tak tau akhirnya.
'Hanya' yang mungkin tak seindah harapan.
Dan kau,
Sebatas hanya yang tak perlu kujelaskan.
Comments
Post a Comment