I was happier with u
U look happier, u do.
Sepertinya, kau sama sekali tidak menyesal karena tlah melepas. Bisajadi karena kau sudah terbiasa tanpaku saat sibukmu.
Aku berusaha untuk tidak rindu, tapi selalu saja nihil. Nol besar.
Aku berusaha untuk tidak mencari tahu, awalnya berhasil meski sesak di hati.
Ku dapati tentang kau; bahagia disana tanpaku, tertawa lepas dengan semua penggemarmu, terlihat tak ada beban sedikitpun pada raut wajahmu.
Boleh jadi, kau memang sudah terbiasa akan hal ini. Kau sudah belajar bahkan menguasai bagaimana situasi tanpa ada aku yang selalu kau kabari.
Sedangkan aku? Masih dengan penantian yang sama sekali tidak ada akhirnya, bodoh.
Aku bahkan masih belajar apa yang sudah berhasil kau kuasai; tanpa.
Kadang aku tak habis pikir, mengapa semudah itu?
Yang kuhafal adalah perjalanan hati yang selalu berbunyi: asing - kenal - dekat - asing lagi. Selalu saja begitu.
Hati memang selalu punya tujuan kemana ia akan berlabuh, ia selalu tau dimana tempatnya.
Entah mengapa aku selalu sulit untuk melepas; membiarkan semua berlalu, mencoba menjalani hari-hari tanpamu dengan bahagia. Tapi aku tak bisa.
Lalu kenapa kau selalu bisa? Seolah tak pernah terjadi apapun. Seolah tak merasa kehilangan. Jangan-jangan, aku yang kehilangan; tapi kau tidak.
Jangan-jangan aku yang benar-benar sayang, tapi kau tidak.
Butuh banyak waktu untuk berhenti.
Aku tau ini tak mudah, tapi aku yakin aku bisa. Semoga kelak, aku bisa berdamai dengan hatiku sendiri.
Hai kamu, aku rindu.
Sepertinya, kau sama sekali tidak menyesal karena tlah melepas. Bisajadi karena kau sudah terbiasa tanpaku saat sibukmu.
Aku berusaha untuk tidak rindu, tapi selalu saja nihil. Nol besar.
Aku berusaha untuk tidak mencari tahu, awalnya berhasil meski sesak di hati.
Ku dapati tentang kau; bahagia disana tanpaku, tertawa lepas dengan semua penggemarmu, terlihat tak ada beban sedikitpun pada raut wajahmu.
Boleh jadi, kau memang sudah terbiasa akan hal ini. Kau sudah belajar bahkan menguasai bagaimana situasi tanpa ada aku yang selalu kau kabari.
Sedangkan aku? Masih dengan penantian yang sama sekali tidak ada akhirnya, bodoh.
Aku bahkan masih belajar apa yang sudah berhasil kau kuasai; tanpa.
Kadang aku tak habis pikir, mengapa semudah itu?
Yang kuhafal adalah perjalanan hati yang selalu berbunyi: asing - kenal - dekat - asing lagi. Selalu saja begitu.
Hati memang selalu punya tujuan kemana ia akan berlabuh, ia selalu tau dimana tempatnya.
Entah mengapa aku selalu sulit untuk melepas; membiarkan semua berlalu, mencoba menjalani hari-hari tanpamu dengan bahagia. Tapi aku tak bisa.
Lalu kenapa kau selalu bisa? Seolah tak pernah terjadi apapun. Seolah tak merasa kehilangan. Jangan-jangan, aku yang kehilangan; tapi kau tidak.
Jangan-jangan aku yang benar-benar sayang, tapi kau tidak.
Butuh banyak waktu untuk berhenti.
Aku tau ini tak mudah, tapi aku yakin aku bisa. Semoga kelak, aku bisa berdamai dengan hatiku sendiri.
Hai kamu, aku rindu.
Comments
Post a Comment