I hate u.
Sekali dilupa, aku tak apa.
Namun, untuk kesekian kali aku diabaikan aku akan diam.
Kemudian berhenti dan berusaha tak peduli lagi.
Jangan anggap aku main-main. Hatiku takkan pernah bisa benar-benar memaafkanmu.
Jangan salahkan, jika suatu hari nanti aku benci hari ini tentangmu.
Jangan salahkan, jika suatu hari aku tak lagi bertanya tentangmu.
Baru kusadari, tanpamu segalanya kelabu.
Tanpamu, segalanya tak lagi berwarna.
Namun aku percaya, bahwa sendiri bukanlah sesuatu yang sulit.
Aku percaya, berhenti peduli bukan suatu hal yang rumit.
Aku yakini bahwa segalanya akan indah, meski tanpamu.
Aku akan temukan bahagia tanpamu suatu saat nanti.
Terimakasih untuk rindu yang tak lagi.
Terimakasih karna kamu telah melupa soalku.
Terimakasih juga karna kamu telah benarbenar berhenti dan mencantumkan kata selesai pada tiap kenang.
Terimakasih atas segala caramu membahagiakan.
Terimakasih atas segala kesempatan yang kamu hadirkan.
Atas segala waktu dan rindu, aku percaya semua akan baik-baik saja disini. Meski berbeda; tak ada kamu, dan bukan kamu.
Aku hanya perlu belajar sedikit lagi soal melepaskan.
Aku hanya perlu belajar sedikit lagi soal merelakan.
Jauh dari kata pisah, sebenarnya aku sudah menganggapmu tiada.
Pikiran-pikiranku pun, bukan lagi soal kamuku yang dulu.
Aku hanya perlu belajar arti dari ikhlas.
Jangan salahkan bila aku tak bisa memaafkan.
Biarlah waktu yang mendewasakan, biarlah aku tetap mencari jawaban atas segala tanya yang tak pernah kamu jelaskan.
Aku benci pada waktu yang memisahkan. Aku benci caramu melepaskan. Terimakasih, i hate u moo.
Namun, untuk kesekian kali aku diabaikan aku akan diam.
Kemudian berhenti dan berusaha tak peduli lagi.
Jangan anggap aku main-main. Hatiku takkan pernah bisa benar-benar memaafkanmu.
Jangan salahkan, jika suatu hari nanti aku benci hari ini tentangmu.
Jangan salahkan, jika suatu hari aku tak lagi bertanya tentangmu.
Baru kusadari, tanpamu segalanya kelabu.
Tanpamu, segalanya tak lagi berwarna.
Namun aku percaya, bahwa sendiri bukanlah sesuatu yang sulit.
Aku percaya, berhenti peduli bukan suatu hal yang rumit.
Aku yakini bahwa segalanya akan indah, meski tanpamu.
Aku akan temukan bahagia tanpamu suatu saat nanti.
Terimakasih untuk rindu yang tak lagi.
Terimakasih karna kamu telah melupa soalku.
Terimakasih juga karna kamu telah benarbenar berhenti dan mencantumkan kata selesai pada tiap kenang.
Terimakasih atas segala caramu membahagiakan.
Terimakasih atas segala kesempatan yang kamu hadirkan.
Atas segala waktu dan rindu, aku percaya semua akan baik-baik saja disini. Meski berbeda; tak ada kamu, dan bukan kamu.
Aku hanya perlu belajar sedikit lagi soal melepaskan.
Aku hanya perlu belajar sedikit lagi soal merelakan.
Jauh dari kata pisah, sebenarnya aku sudah menganggapmu tiada.
Pikiran-pikiranku pun, bukan lagi soal kamuku yang dulu.
Aku hanya perlu belajar arti dari ikhlas.
Jangan salahkan bila aku tak bisa memaafkan.
Biarlah waktu yang mendewasakan, biarlah aku tetap mencari jawaban atas segala tanya yang tak pernah kamu jelaskan.
Aku benci pada waktu yang memisahkan. Aku benci caramu melepaskan. Terimakasih, i hate u moo.
Comments
Post a Comment