Aku dan kau menyakitkan
Teruntuk
hati yang telah bersuara,
Aku
tak pernah memintamu untuk kembali membuatku merasa ingin.
Teruntuk
hati yang tak pernah bisa berkata,
Aku
tak pernah bisa menduga atas apa-apa yang kau rasa.
Segalanya
pastilah bermakna meski aku tak ingin memaknainya.
Tentang
segala rasa, rindu, pun sebuah arti yang kau sebut harap; aku tak ingin kita
terjerumus ke dalamnya.
Biar
saja waktu yang menjawab segala gundah gelana atas apa yang kurasa.
Biar
saja segala resah terjawab ketika sudah waktunya.
Hatiku
bergejolak; berkata ingin namun enggan.
Hatiku
ingin bersuara meski pada akhirnya bungkam bila ditanya rasa.
Entah,
perasaan apa yang sampai padaku hari ini.
Entah,
rindu seperti apa yang kurasa hingga detik ini.
Aku
tak pernah ingin memilikimu dalam bayangku, tak pernah ingin menjadikanmu sosok
yang bisa berbagi cerita bersamaku. Bahkan aku tak pernah membayangkan kita.
Sesuatu
yang tak bisa mudah ku percaya hanya dengan kata-kata.
Sekali
lagi, hatiku ingin bersuara meski akhirnya bungkam bila ditanya rasa.
Tentangmu,
Aku
tak ingin jatuh sedalam-dalamnya.
Bersamamu,
Aku
tak ingin menjadi kita.
Bayangkan
saja, bila segalanya berubah suatu saat. Akankah kau membenciku pada akhirnya?
Mungkin
hanya rasa takut yang terus menyambarku, menjadikanku seorang pengecut,
menjadikanku sebagai manusia tak berkesudahan atas rasa takutku sendiri.
Aku
bisa mengerti bagaimana segalanya terasa biasa saja saat kau berusaha untuk
tidak mengikutsertakan aku dalam semua ceritamu.
Aku
bisa memahami atas rasa yang kau ungkap meski gundahku tak menjelaskan dan tak
memberikan jawaban apapun padamu.
Aku
hanya tak ingin kita kecewa,
Kau
hanya bagian dari sesuatu yang bisa membuatku bahagia kembali.
Kau
adalah sesuatu yang kusebut harap meski waktu tak memberiku izin atas apa yang
ingin kujalani.
Segala
sesuatunya ada, jelas, dan indah.
Tapi
entahlah,
Aku
benar-benar tidak bisa berkata, menjelaskan segalanya padamu.
Tentang
segala harap, ku pikir hanya waktu yang bisa membuat semuanya tak mungkin.
Rasa
ini, rindu ini, dan apa-apa yang telah kujalani dengan setengah hati; semoga
tak membuat hatimu berkata benci.
Meski
pada akhirnya kita tahu, segalanya takkan pernah bisa dipaksakan.
Kau
terlalu kaku, aku terlalu bisu.
Kita terlalu kaku dan bisu untuk mengakui bahwa
semua memang sedang terjadi.
Mungkin,
kau hanyalah kebolehjadian yang Tuhan kirimkan untukku; menginginkan untuk bisa
mengerti bahwa segalanya bisa berubah sewaktu-waktu.
Satu
hal yang perlu kau tahu dariku,
Aku
tak pernah menyesal bila pada akhirnya semesta menginginkan kita berhenti.
Kita
adalah cerita yang takkan pernah selesai, cerita yang bahkan tidak akan pernah
dimulai.
Mungkin,
kau hanya sebuah angan.
Mungkin,
aku hanya sebuah tujuan yang kemudian kau tinggalkan.
Terimakasih
untuk kemudian bisa menerima.
Kita
tidak perlu menyakiti diri sendiri dengan saling memberi harap.
Kita
pun tidak perlu saling membenci kenyataan yang sudah terjadi.
Kita,
hanya sebuah rasa yang tak ingin bermuara.
Kita,
hanya sebuah kata yang tak memiliki makna.
Kau,
Aku; menyakitkan.
Subhanalloh :') semoga dirinya tak pernah menyesal karna telah saling mengenal :'
ReplyDeleteNb: salfok :V
semoga waktu bisa menjauhkan-
Delete