Jika

Ada sesuatu yang tak bisa ku mengerti tentang kita.
Mungkin memang tak perlu dirasa, tak perlu diperjelas, bahkan tak perlu dimaknai.

Tentang segala harap yang kau sebut itu lalu,
Aku sungguh tak bisa menduga atas apa-apa yang kau rasa selama ini.
Tentang segala tanya yang kau lontarkan padaku,
Aku sungguh tak bisa menolak untuk tidak menjawabnya.
Kau hanya ilusi yang ku ciptakan tanpa benar-benar ada.
Kau bahkan hanya bayangan yang tak pernah jadi nyata.
Terkadang, segalanya terasa ada. Terkadang pula, segalanya terlihat tak mungkin.

Jika hanya aku, akankah kau juga?
Jika hanya aku yang mampu bersuara, akankah kau tetap menganggap itu lalu?
Kau boleh berkata apapun hari itu hingga membuatku menyesal atas segala pernyataanmu.
Tapi mengapa aku tak bisa memintamu kembali?
Andai aku dapat mengerti segalanya tentangmu, aku tak akan bertanya.
Andai aku dapat memahami segalanya tentangmu, aku tak akan takut kehilangan meski aku tak memilikimu.

Jika memang bukan, untuk apa kau lanjutkan?
Jika memang tidak, untuk apa kau beri aku harapan?
Atau mungkin, aku saja yang berlebihan? Ataukah aku yang tak bisa kau tinggalkan?
Aku sungguh tak mengerti, perasaan apa yang sampai padaku hari ini.
Tentang segala harap, segala ingin, dan segala-segala lain tentangmu; aku tetap disini.
Menunggu sesuatu yang tak pasti.

Entah, waktu membuatku semakin halu.
Aku hanya tak ingin melelahkan diriku sendiri, mengecewakan hatiku sendiri, pun menyakiti pikiranku sendiri. Aku tak ingin begitu.
Tapi bukan berarti aku memintamu untuk menjadi pahlawan bagiku.

Jika hanya aku, akankah kau juga?
Jika hanya kau yang merasa biasa saja, akankah aku juga bisa melakukannya?
Meski tak mungkin, tapi untuk apa menjadikan segalanya baik-baik saja padahal inginmu pergi?
Kau tahu bukan?
Sesuatu yang tak benar adanya, kelak akan menjadikan kita tak suka.
Jangan paksakan, lalu untuk apa?

Biarkan aku berhenti.
Entah sampai kapan, hingga sesuatu itu kau jelaskan.
Mungkin aku cukup jadi sesuatu yang bisa kau jadikan pelampiasan.
Hingga pada akhirnya aku mengerti tentang segala ceritamu, tentang hari-harimu, bahkan tentang siapa yang sebenarnya kau tunggu.

Teruntuk hati yang tak pernah berkata,
Jangan buatku merasa ingin untuk kesekian kalinya.
Karena aku tak pandai untuk menutupinya.

Jika aku melangkah pergi, akankah kau mengikuti langkahku?















Comments