Can I ?

Andai bermimpi itu selalu nyata.
Aku akan selalu bermimpi setiap saat.
Andai semua tanya ada jawabnya.
Akan kutanyakan kenapa aku terlahir di dunia?
Andai berharap itu berujung.
Aku akan berharap ada seseorang yang bisa buatku bahagia selalu.
Andai hidup tanpa masalah.
Aku akan selalu bahagia dengan duniaku.

Bolehkah aku bertanya, kenapa aku harus bertemu dengan seseorang?
Seseorang yang semu. Tidak mudah untuk kutaklukkan. Tidak pandai untuk kuajak bicara. Lalu aku diabaikan olehnya.
Boleh tidak, aku berpesan padanya? Seolah aku orang penting yang omongan selalu dia dengar(?)
Aku ingin berpesan, "Jangan lupa senyum."

Mengabaikan bukan berarti tidak peduli. Mungkin belum waktunya tidak untuk saling bicara. Tapi sampai kapan?
Haruskah berbicara dengan topik yang penting?
Bagai seseorang dengan sejuta pengabaian.

Pengabaian yang hanya kau berlakukan untukku.
Tanpa kenal waktu. Kita hanyalah dua orang yang sedang tidak saling kenal.
Mencari-cari jati diri, bertanya-tanya dari hati ke hati, merajuk kesana kemari, dan tetap saja 'diam' yang menjadi senjata.
Senjata untuk mengabaikan, membiarkan, bahkan melupakan.

Aku bukan pejuang ke'diam'an. Aku juga bukan pejuang hati tanpa harapan.

Pandangan itu, yang tak lagi ada.
Kenyamanan itu, yang tak lagi nyata.
Dan pengakuan itu, yang tak lagi kudapat.

Aku memang tidak ingin dipandang, tidak ingin nyaman, dan tidak ingin mendapat pengakuan (lagi).

Jauhku sudah terlalu dekat.
Dekatku bahkan sudah terlalu jauh.
Bagai sesuatu yang mungkin akan sulit untuk kau hampiri lagi.

Semu dan tidak nyata. Karena apapun dan siapapun kamu adalah sesuatu yang tidak bisa kupunya, tidak bisa kuajak untuk bersama, dan sesuatu yang berhati keras ingin lupa.

Damn, you're so awkward. Forgotten but still remember. Can I ?

Comments