Blablabla
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bukan hal biasa ketika aku bertanya kemudian dia menjawab.
Bukan sesuatu yang 'wah' ketika aku berkatakata tapi dia menyela.
Dan bukan hal yang mampu kutafsirkan ketika dia berusaha membuatku peka.
Aku memang jauh berbeda darinya.
Tidaklah pandai membuat semua orang mengerti.
Tidaklah pandai membuat semua orang berubah pikiran.
Sejauh apapun aku berlari mengejar, ketika kau sudah berbeda tujuan denganku, maka aku takkan mendapatkanmu.
Selama apapun aku menunggu, ketika kau tidak akan kembali, maka aku adalah orang bodoh.
Orang bodoh, menunggu seseorang yang tak pasti.
Hai, bagaimana?
Bagaimana dengan kabarmu?
Lama tak bertanya.
Hai, ada apa?
Ada apa dengan dirimu?
Jauh disana seakan lupa dengan yang lalu.
Aku tak mengapa kau abaikan. Aku tak mengapa pula kau acuhkan. Bahkan, aku tak mengapa kau lupakan.
Tak apa, aku masih punya kenangan.
Kenangan yang bisa membuatku tenang. Kenangan yang membuatku ingat, ingat bahwa kau pernah ada untukku.
Seindah apa cerita kita? Hingga membuat seseorang tertarik dengan kisah kita.
Sesakit apa perpisahan kita? Hingga luka itu kini masih membekas.
Seasik apa kenangan kita? Hingga aku tak bisa melupakannya.
Tetap saja, aku ingin kau anggap biasa layaknya temantemanku yang lain.
Tetap saja, aku ingin kau kembali sebagai sosok yang bisa membuatku tenang.
Andai waktu bisa kuputar lagi, aku ingin kembali.
Andai semua bisa ku ulangi.
Aku rindu.
Comments
Post a Comment