Jangan diam-
Aku salah?
Demi apa kau pergi?
Demi hati?
Demi apa kau jauh?
Demi rasa?
Untuk apa kau hadir?
Untuk mencari bahagia?
Untuk buatku ingin?
Layaknya jam tanpa baterai, mati tak bergerak. Detik tak berbunyi, menit tak berpindah, serta jarum jam tak berkutik.
Layaknya hidup tanpa berjuang. Hati mati. Jiwa mati namun raga masih hidup. Penghidupan seperti apa yang kau harapkan?
Penyesalan seperti apa yang tak kau inginkan?
Hidup itu berjuang. Masalah datang untuk kau lawan dan kau selesaikan. Jika kau hanya merenung tanpa bertindak, akan sama saja, tak berguna. Buang-buang waktu.
Pergimu karena apa?
Karena lelah?
Lalu hadirmu untuk apa?
Membahagiakan kemudian pergi?
Bagaimana? Masih ingat dulu bicara apa saja?
Bagaimana? Masih ingat dulu berjanji apa?
Bagaimana? Masih suka rindu?
Masih suka cari tahu?
Atau kau sudah menghapusku dari memorimu?
Oh atau kau sudah tak anggapku ada?
Maaf, aku hanya bertanya. Maafkan jika kau tak bisa menjawabnya.
Hal paling menarik adalah perpisahan.
Hal paling kurindu adalah kebersamaan.
Menarik, berpisah untuk bertemu di kemudian hari tanpa sengaja.
Merindu, bahagia bersamamu di waktu lalu.
Ada tidak, kepingan bahagia kita(?)
Ada tidak, serpihan kisah kita(?)
Sudah hilang? Atau mungkin sudah kau buang?
Aku salah?
Salah apa?
Maaf, aku tak tahu.
Waktu berlalu tanpa ku tahu siapa dirimu sesungguhnya.
Waktu bergerak maju tanpa ku tahu, adakah yang lebih baik dari semua kisahku?
Aku salah? (2)
Dua kata, "Jangan diam!"
Comments
Post a Comment