Cerita panjang soal masalalu-

Hai kamu, how's life?
Lama tak jumpa, lama tak berkabar, lama untuk tidak saling sapa. Ketahuilah, ada banyak cerita yang seharusnya kamu dengar. Ada banyak rindu yang seharusnya kamu pedulikan. Ada pula banyak tanya tetangmu yang teramat jauh dariku.

Hai kamu, bagaimana? Sudah sempurna dalam melupa soalku? Semoga inginmu berhasil. Semoga hatimu memang benarbenar sudah tak berbekas soalku dan kenangan kita.

Oh iya, perihal bosanmu; semuanya berhikmah. Andai kata aku masih menunggu, andai kata kamu akan kembali dengan barunya kamu, mungkin aku tak bisa sebahagia sekarang. Satu kata, terimakasih. Karenamu aku tahu, bagian mana yang memang harus dilupa dan bagian mana yang harus terpatri di ingatanku.

Jarak membuat semua berubah. Entah kamu dengan sibukmu, entah aku dengan sibukku- Bahkan, untuk sekedar merindu berkalikali aku sudah bosan melakukannya. Perihal waktu, segalanya sudah berlalu dan tak mungkin bisa kembali. Abaikan saja, hal yang tiap kali kulakukan saat aku mulai rindu.

Melupa soalmu itu mudah, jika kata bosan memberiku penjelasan yang berarti. Hingga kini, aku pun berusaha untuk tak bertanya banyak hal tentang bosanmu pada diriku sendiri. Aku mencoba membiarkannya berlalu, mencoba mencari pokok bahasan baru selain kamu, mencoba untuk tak rindu pada yang tidak rindu.

Sejatinya, tak ada orang yang benarbenar ingin kembali pada masalalunya. Bagi sebagian, mereka hanya terlalu sukar melupa hingga terbiasa rindu dengan hal-hal yang tak seharusnya. Mereka hanya rindu pada garis waktu yang membuat kenangan itu tercipta, bukan dengan siapa mereka tersenyum.

Segala kisah, indah.
Terlalu bosan ketika aku hanya bergumam berkata rindu padamu. Aku siapa? Bukan lagi jadi someone special. Bukan lagi yang diberi kabar di sela-sela sibukmu. Bukan juga jadi topik di pagi, siang, sore, dan malammu.

Bukti; tak berwujud. kamu bilang, aku takkan pernah menyesal karena sejatinya menyesal adalah sesuatu dengan tidak mensyukuri apa yang sudah ditakdirkan. Semoga perkataanmu benar, semoga kamu memang tak menyesal tlah mengenal bahkan meninggalkan- wkwk.

Jauuuuuuuuuuhhhh, terbentang jarak, terhalang tembok besar. Hai, apakabar?
Berkalikali aku ingin berkata demikian. But, who am i? The stupid things come when i call u. Yaudahlahya, aku tidak bermaksud ingin kembali mengukir cerita indah bersamamu. Aku pun tak bermaksud agar kamu membaca ini kemudian tersadar. Tidak. But, the fact is i miss u so much maimoo💨

Comments

  1. Maimoo., wahh semua soal rindu, sepertinya sejauh ini,rindumu padanya masih menggenggammu

    ReplyDelete

Post a Comment