Terlanjur menyesal.
Dikatakan atau tidak; ada sesuatu yang terlanjur kupahami dengan sangat, meski ku tahu bahwa hal itu takkan merubah keadaan.
Aku bukan tidak mau pun bukan tidak ingin. Aku hanya perlu waktu untuk mengobati lukaku sendiri, tanpamu.
Mungkin memang benar, apaapa yang kau sebut ingin bukan apa yang hatiku minta. Ketahuilah; apapun yang dikatakan tidak oleh hati, takkan pernah kujalani.
Kau boleh pergi begitu saja setelah berusaha meyakinkanku dan sempat membuatku yakin untuk sepersekian menit.
Aku tak kehilangan, tidak. Hanya saja segalanya terasa hampa. Omong kosong itu membuatku benci, membuatku tak ingin lagi dekat apalagi bertatap.
Memang bukan sepenuhnya salahmu, aku yang tak ingin kau ikat. Kau pun berhak untuk meninggalkan dan memilih pergi menemui yang ingin kau ajak bahagia bersama.
Terlalu bodoh jika aku percaya; aku bisa denganmu. Aku hanya tau satu hal; pertemuan itu membuatku rindu. Mungkin aku terlanjur jatuh meski tak dalam pun tak sakit. Mungkin aku hanya ingin menikmati bahagiaku, mengisi harihariku dengan tawa karenamu, itu saja.
Sesuatu yang kuanggap membahagiakan dan menggantikan; kini tak lagi. Memang benar, aku yang tak pernah bisa. Tapi aku berusaha untuk tetap memahami segala sesuatunya meski pada akhirnya tak lagi.
Terimakasih pernah jadi bagian yang membahagiakan. Aku tak kehilangan. Aku hanya menyesal telah percaya bahwa kau bisa membuktikan perkataanmu, hari itu. Semoga apa dan siapa yang telah kau temukan bisa membuatmu tersadar bahwa segalanya tak bisa kau buat bercanda.
Try to learn 'bout understanding, please.
Aku bukan tidak mau pun bukan tidak ingin. Aku hanya perlu waktu untuk mengobati lukaku sendiri, tanpamu.
Mungkin memang benar, apaapa yang kau sebut ingin bukan apa yang hatiku minta. Ketahuilah; apapun yang dikatakan tidak oleh hati, takkan pernah kujalani.
Kau boleh pergi begitu saja setelah berusaha meyakinkanku dan sempat membuatku yakin untuk sepersekian menit.
Aku tak kehilangan, tidak. Hanya saja segalanya terasa hampa. Omong kosong itu membuatku benci, membuatku tak ingin lagi dekat apalagi bertatap.
Memang bukan sepenuhnya salahmu, aku yang tak ingin kau ikat. Kau pun berhak untuk meninggalkan dan memilih pergi menemui yang ingin kau ajak bahagia bersama.
Terlalu bodoh jika aku percaya; aku bisa denganmu. Aku hanya tau satu hal; pertemuan itu membuatku rindu. Mungkin aku terlanjur jatuh meski tak dalam pun tak sakit. Mungkin aku hanya ingin menikmati bahagiaku, mengisi harihariku dengan tawa karenamu, itu saja.
Sesuatu yang kuanggap membahagiakan dan menggantikan; kini tak lagi. Memang benar, aku yang tak pernah bisa. Tapi aku berusaha untuk tetap memahami segala sesuatunya meski pada akhirnya tak lagi.
Terimakasih pernah jadi bagian yang membahagiakan. Aku tak kehilangan. Aku hanya menyesal telah percaya bahwa kau bisa membuktikan perkataanmu, hari itu. Semoga apa dan siapa yang telah kau temukan bisa membuatmu tersadar bahwa segalanya tak bisa kau buat bercanda.
Try to learn 'bout understanding, please.
Terimah Kasih kau telah singgah dihatiku walau sebentar☺
ReplyDeleteAnjaayy sekalii😅
Delete