Apayaaa

Aku tak tahu bagaimana cara untuk lupa.
Aku juga tak tahu bagaimana bisa hatiku bahagia tanpanya.

Dulu, aku sempat tak bisa berkata.
Ketika dia pergi begitu saja, mengabaikan, dan purapura tidak mengenalku.
Dulu, aku ingin kembali bersamanya. Menunggu kabar baik, September nanti.
Dulu, aku sempat bertanya pada diriku sendiri. "Adakah yang lebih indah dari ceritaku dengannya dulu?"

Tapi kini,
Aku bisa tanpanya.
Aku bisa melepasnya.
Kepergiannya justru buatku sadar bahwa dia bukan yang seharusnya aku tunggu.
Kita memang pernah bersama namun tak satu.
Kita memang pernah bahagia bersama namun hanya sejenak.

Waktu berjalan. Hari demi hari. Bulan demi bulan. Berusaha keras untuk lupa dan menghilangkan semuanya. Berhasil😊

Tak ada kisah bahagia lain selain hari itu.
Tak ada rasa lain selain dia, hari itu.

Kini, semua hilang.
Menyesal? Tidak. Justru aku bangga pernah bisa bersamanya.
Justru aku bersyukur pernah jadi bagian cerita hidupnya.

Masalalu seperti apapun itu, semua tetap bagian cerita hidup.
Kata orang, "Otakmu tidak akan pernah bisa melupakan yang hatimu ingat."
Karena hati jadi penentu, karena hati yang lebih tau segalanya.

Berhenti itu, ketika sudah mendengar namanya biasa saja.
Selesai itu, ketika mengungkit masalalu hatimu tak bergetar, justru tersenyum sambil menggelengkan kepala.

Tak perlu kembali. Tak perlu mengulang kisah yang sama untuk kedua kalinya.
Mencari sesuatu baru, menjadi pemeran baru dalam sebuah drama justru lebih asyik.

Bahagianya memang bukan lagi bahagiaku.
Tapi masalalunya?
Seburuk apapun seindah apapun, masalalu tetaplah masalalu yang akan jadi kenangan.

Bukan rindu, aku hanya tertawa ketika mengingatnya.
Bukan ingin, aku hanya heran kenapa bisa(?)

Dia memang menyebalkan akhir-akhir ini.
Dia memang diam tanpa kata.
Kita sedang tidak saling kenal, sejak hari itu.

Tak apa, setidaknya kamu tahu aku. Aku pun tahu kamu:v

Karena masalalu bukan untuk dilupa.
Dia akan selalu terkenang. Meski otak tak ingat lagi, tapi hati akan selalu.

Terimakasih, karenamu aku tahu. Hidup tak sedasis itu, bahagia juga perlu.
Ohya, membiarkanmu bahagia juga sangat perlu😊



Comments