Aku salah dia salah.
Salah harap.
Entah hati yang melebih lebihkan. Entah jiwa yang lelah. Bagaimanapun aku rindu. Merindumu, merindukan kenangan itu, dan semua tentang kamu. Jangan ditanya kenapa, aku ini hanya pura pura baik-baik saja. Mulutku diam, wajahku ceria, tapi tidak dengan hati. Semua memang butuh waktu untuk melupakan sejenak tentangmu.
Adakah yang tersisa? Ada. Seperempat hatiku masih kamu😂 seperempat lamunanku adalah kamu. Entah apa yang hatiku rasakan. Ketahuilah, aku rindu.
Adakah yang bisa membuat bahagia? Ada, banyak sekali. Sama seperti ketika aku masih bersamamu, banyak yang datang untuk membahagiakan. Tetap saja, bahagiaku ada padamu.
Sekarang. Tanpamu aku bisa. Tanpamu aku tak lagi ragu. Tanpamu aku baik baik saja. Aku menemukan hal baru yang belum pernah kutemukan bersamamu dulu. Aku merasakan hal baru yang belum pernah kurasakan bersamamu dulu. Aku bahagia.
Tahukah kamu? Hati berusaha untuk berpindah. Hati berusaha untuk berlabuh pada dermaga baru. Hati berlayar mencari sesuatu baru. Semoga aku lekas menemukannya.
Bukan soal hati ketika berbicara tentang fisik. Bukan soal perasaan jika hanya berdasar pada 'kekaguman'. Hati tau kemana ia akan berlabuh. 'Sayang' mewakili kata hati. Hati memang tidak bisa dengan mudah berpindah pada yang baru. Namun kutahu, waktu akan berlalu. Memberiku kesempatan untuk bahagia layaknya aku denganmu dulu. Semoga semesta menyatukanku dengan dia.
Jangan harap semua hal dengan mudah terpenuhi. Aku ini apa, hanya tempatnya bosan. Tempatnya berkeluh kesah tentang segala resahnya gundahnya sedihnya dan segalanya. Aku ini apa? Hanya temannya ketika dia lupa dia. Temannya ketika dia berusaha move on dari dia. Dan aku ini aapa? Seseorang yang pernah kamu tinggalkan. Aku dan dia memang bukan apa apa. Namun aku sadar, aku salah harap. Kupikir dialah yang bisa membawaku pergi dari masalaluku. Kupikir akulah yang akan ada dalam dununianya. Harapku memang salah, bukan soal perasaan jika hanya nyaman. Seseorang datang membahagiakan bukan karena dia sayang, dia nyaman. Memberi bahagia demi hatinya agar tak lagi layu. Akulah semangatnya ketika dia jatuh. Akulah semangatnya ketika 'dia' nya dia tidak ada. Aku salah, dia salah. Kita sama sama salah. Salah harap.
Entah hati yang melebih lebihkan. Entah jiwa yang lelah. Bagaimanapun aku rindu. Merindumu, merindukan kenangan itu, dan semua tentang kamu. Jangan ditanya kenapa, aku ini hanya pura pura baik-baik saja. Mulutku diam, wajahku ceria, tapi tidak dengan hati. Semua memang butuh waktu untuk melupakan sejenak tentangmu.
Adakah yang tersisa? Ada. Seperempat hatiku masih kamu😂 seperempat lamunanku adalah kamu. Entah apa yang hatiku rasakan. Ketahuilah, aku rindu.
Adakah yang bisa membuat bahagia? Ada, banyak sekali. Sama seperti ketika aku masih bersamamu, banyak yang datang untuk membahagiakan. Tetap saja, bahagiaku ada padamu.
Sekarang. Tanpamu aku bisa. Tanpamu aku tak lagi ragu. Tanpamu aku baik baik saja. Aku menemukan hal baru yang belum pernah kutemukan bersamamu dulu. Aku merasakan hal baru yang belum pernah kurasakan bersamamu dulu. Aku bahagia.
Tahukah kamu? Hati berusaha untuk berpindah. Hati berusaha untuk berlabuh pada dermaga baru. Hati berlayar mencari sesuatu baru. Semoga aku lekas menemukannya.
Bukan soal hati ketika berbicara tentang fisik. Bukan soal perasaan jika hanya berdasar pada 'kekaguman'. Hati tau kemana ia akan berlabuh. 'Sayang' mewakili kata hati. Hati memang tidak bisa dengan mudah berpindah pada yang baru. Namun kutahu, waktu akan berlalu. Memberiku kesempatan untuk bahagia layaknya aku denganmu dulu. Semoga semesta menyatukanku dengan dia.
Jangan harap semua hal dengan mudah terpenuhi. Aku ini apa, hanya tempatnya bosan. Tempatnya berkeluh kesah tentang segala resahnya gundahnya sedihnya dan segalanya. Aku ini apa? Hanya temannya ketika dia lupa dia. Temannya ketika dia berusaha move on dari dia. Dan aku ini aapa? Seseorang yang pernah kamu tinggalkan. Aku dan dia memang bukan apa apa. Namun aku sadar, aku salah harap. Kupikir dialah yang bisa membawaku pergi dari masalaluku. Kupikir akulah yang akan ada dalam dununianya. Harapku memang salah, bukan soal perasaan jika hanya nyaman. Seseorang datang membahagiakan bukan karena dia sayang, dia nyaman. Memberi bahagia demi hatinya agar tak lagi layu. Akulah semangatnya ketika dia jatuh. Akulah semangatnya ketika 'dia' nya dia tidak ada. Aku salah, dia salah. Kita sama sama salah. Salah harap.
Comments
Post a Comment