Jangan salah.
Setiap kata punya makna. Setiap makna
punya tujuan. Setiap tujuan adalah harapan. Harapan adalah sesuatu yang
disemogakan, diinginkan, dan diperjuangkan setiap orang.
Bukan hanya ‘berharap’ ketika berbicara
tentang cinta. Bukan hanya ‘ingin‘ ketika berbicara tentang hati. Dan bukan
hanya ‘indah’ ketika berbicara tentang k
e n a n g a n.
Berharap berarti ‘ingin’. Jangan ditanya
apa soal cinta. Tanya saja bagaimana bisa seseorang berharap akan cinta? Berharaplah
pada yang benar, berdiamlah untuk sementara waktu. Berfikirlah, sudah pantaskah
kita mengharapkan sesuatu yang sebenarnya jauh tidak lebih dari kita? Bisakah kita
menerima segala kekurangan yang ada? Dan mampukah kita menjaganya seperti kita
menjaga diri kita sendiri? Think twice!
Ingin berarti ‘berharap’. Haha jangan
mudah berkata tak ingin bila hati berkata berharap. Ketahuilah, hati lebih
mengerti tentang semua. Mengerti tentang perasaan, tentang suasana, kejadian,
dan keinginan. Tidak semua yang ditulis adalah benar sesuai kata hati. Tidak semua
yang dikatakan juga sesuai dengan perasaan. Tetapi, perasaan adalah sumber atau
muara bagi segala hal. Katakan sesuai hati, rasakan dan nikmati sesuai hati,
dan yakinilah segala sesuatunya.
‘Indah’ adalah tentang kenangan. Ketika
seseorang hadir membawa bahagia, mengukir kenangan, berbagi tawa, dan berbagi
kisah, indah bukan? Hampir setiap orang sulit untuk lupa dengan kenangan. Bukan
orang yang diingat, melainkan kenangan. Saat dimana dan kapan terjadi, itulah
yang selalu diingat. Bukan tentang harus amnesia dengan masalalu. Tidak pelu
dilupa, pasti akan ingat lagi, lagi, dan lagi. Ingatlah, masa lalu datang untuk
memberikan pelajaran hidup, mengajarkan bagaimana cara menjadi orang yang baik
tanpa merusak hati, menjadi pribadi yang tidak mudah terpengaruh, mengajarkan
kita untuk tidak mudah memilih seseorang menjadi bagian cerita dalam hidup.
Hati tahu kemana ia akan berlabuh. Cinta
itu indah, banyak kenangan, penuh makna, dan tidaklah rumit. Jika memang tidak,
itu bukan cinta. Melainkan p e n a s a r
a n.
Tahu tidak? Seseorang yang datang
membahagiakan kemudian pergi begitu saja, berarti dia dilanda rasa ingin tahu. Setelah
tahu, pergi begitu saja. Jangan ditanya kenapa, jangan dicegah, atau kau akan
membuat semua menjadi lebih rumit. Dia hanya ingin tahu kamu seperti apa,
bagaimana, dan seberapa asiknya kamu. Dia hanya mampir ke pintu yang kamu buka
lebar. Dia hanya duduk manis menikmati kopi yang kamu hidangkan, setelahnya dia
pergi. Haha dia tidak cinta, tapi hanya ingin tahu.
Pernah tidak, sudah dibahagiakan lama
sekali tapi harus mengakhiri cerita? Bukan lagi soal setia. Ini soal nyaman dan
tidak nyaman. Rasa itu ada masanya, bosan itu ada waktunya, dan berpisah itu
adalah takdir. Mungkin, semesta belum mengijinkan untuk bersatu. Mungkin juga,
waktu belum meng-iya-kan kenangan baru untuk diukir lagi. Dan mungkin, hati
belum siap untuk menolak segala rasa bosan. Jangan heran, bosan itu selalu ada.
Tinggal bagaimana cara kita bisa melawannya.
Hidup itu pilihan!
Maka, pilihlah sesuai hati. Kemudian,
berkatalah:
"Datanglah!
Tetapi jangan pernah pergi.
Berjanjilah!
Tetapi jangan pernah diingkari!
Pergilah!
Tetapi jangan pernah kembali lagi."
Sedih
seperlunya bahagia sebanyak-banyaknya. Datang dan pergi sudah biasa. Tapi datang
kemudian bertahan itu yang luarbiasa. Berawal dari p e n a s a r a n menjadi c i n t a. Jangan salah pilih!
Comments
Post a Comment